Judul : Menjadi Garam & Terang bagi Kalangan Terdekat
Pengarang : Jim Peterson & Mike Shamy
Penerbit Lokal : Pionir Jaya & Navigator Press
Halaman : 327 halaman
Ukuran : 14 X 20 cm
Oleh Fenti Eka Maris
Semakin dekat Anda dengan
Kristus, semakin besarlah kerinduan Anda untuk melihat orang-orang terdekat Anda — khususnya anggota keluarga Anda — memiliki keselamatan seperti yang Anda terima dari Allah. Tetapi sering keinginan ini diikuti dengan kekecewaan. Kadang-kadang tampaknya tidak ada harapan. Kita tidak mengerti bagaimana harus memulainya.
Dengan alasan tersebut, buku ini hadir untuk menolong orang-orang percaya mewujudkan kerinduannya. Berbeda dengan buku-buku tentang penginjilan yang pernah ada, buku ini menggunakan pendekatan dari kalangan dalam, sebagaimana tersurat dalam judul aslinya, “The Insider”.
Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama menggali dasar-dasar Alkitabiah tentang rencana Allah melalui keberadaan para kalangan dalam. Di sini dijelaskan bahwa setiap orang percaya adalah warga Kerajaan Allah yang kekal, yang memuliakan Allah dengan cara hidupnya sebagai kalangan dalam, yakni dengan meneladankan nilai-nilai kebenaran yang sejati kepada masyarakat. Bagian ini bersifat filosofis, namun mudah dibaca karena sengaja ditulis dengan gaya yang singkat, karena ditujukan untuk para praktisi dan non-teologi.
Bagian pertama mungkin membosankan bagi mereka yang pragmatis. Untuk itu bisa langsung menuju bagian kedua, dimana dibahas ketakutan-ketakutan dan keterbatasan yang menjadi pergumulan kita sehari-hari dalam membagikan kebenaran tentang Kerajaan Allah kepada kalangan terdekat kita. Betapa menguatkan dan memotivasi ketika mengetahui kecemasan yang kita alami juga muncul pada hampir setiap pribadi, namun justru di sanalah Tuhan sendiri selalu menguatkan kita melalui kehadiranNya.
Realita-realita pribadi dan keluarga disajikan dengan apik oleh penulis, untuk menunjukkan kehidupan para kalangan dalam. Contohnya ketika Jim menulis bahwa saat orang-orang mempercayai Kristus, adalah saat yang sama dimana orang-orang terdekatnya melihat mereka untuk terakhir kalinya. Artinya, mereka memilih untuk hidup radikal dengan meninggalkan kehidupan lama dan keluarganya, namun sesungguhnya mereka mengorbankan salah satu aset terbaiknya, yakni posisi mereka yang terbaik di lapangan, kesempatan untuk memenangkan kalangan terdekatnya bagi Kristus. Menurut penulis, kalangan dalam adalah pemain kunci dalam rencana Allah mencari bangsa-bangsa.
Pola hidup seorang kalangan dalam yang berhasil dapat kita temukan dalam bagian yang ketiga. Ada 7 pola perilaku yang akan menjadi bagian dari gaya hidup seorang kalangan dalam, yakni (1) mengambil prakarsa-prakarsa kecil, (2) berdoa dan memberi tanggapan, (3) melayani dan dilayani, (4) membentuk tim, (5) mempercakapkan iman, (6) membiarkan Kitab Suci berbicara, dan (7) membidani kelahiran baru.
Konsep-konsep pemahaman, sharing pengalaman, dan tips-tips praktis yang diuraikan dalam pembahasan setiap pola perilaku. Bagian ini membawa kita lebih jauh ke dalam pemahaman tentang peran sebagai seorang kalangan dalam. Pada bagian yang terakhir, kita dibawa menyelidiki, apa saja yang harus dibayarkan, sebagai pribadi maupun sebagai gereja, untuk melaksanakan apa yang telah dibicarakan dalam bagian pertama, kedua, ketiga. Buku ini hanya akan menjadi sebuah omong kosong, jika tanpa praktek hidup para kalangan dalam yang membacanya. Untuk penerapan yang terarah dalam keseharian kita sebagai kalangan dalam, diperlukan latihan, usaha memperlengkapi diri, dan yang terpenting menyandarkan diri pada kekuatan Allah sendiri yang sedang membangun Kerajaan Allah melalui setiap kita. Selamat membaca!(*Penulis adalah Staf Kantor Perkantas Surabaya)